A simple story by Berri Prayoga
From SMPN 2 Bandar Lampung
Class 7 RSBI 1.
MY SOMEONE SPECIAL
“Berri, lo
latihan ngga hari ini?”. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku. Kulihat Ikrom
sudah berdiri di dekatku.”iya, tapi gua makan dulu” Ikrompun tersenyum.
Sebenarnya
hari ini aku sedang malas, entah kenapa hatiku hari ini sedang tidak bergairah.
Waktu istirahat tadi, sesuatu terjadi padaku, dan membuatku galau, kenapa harus
dia yang selalu ada di pikiranku.
Hari ini aku
latihan basket di sekolah bersama teman-temanku. “anak-anak, hari ini kita akan
mempelajari tentang lay up dan jump shoot” kak Kiki mengawali sesi latihan pada
hari ini, dengan semangatnya kak Kiki menjelaskan macam-macam trik yang harus
kami ketahui. “Krom, lo ngerti nggak Krom?” kataku pada Ikrom. “enggak Ber, kalau
lo Ber?” “gua juga enggak ngerti”. Selesai pemberian materi, kami pun bersiap
buat latihan. Setelah latihan, kami pun melaksanakan games.
“ayo-ayo” tiba-tiba suaranya mengagetkanku. Aku tidak
menyangka kehadirannya pada saat latihan ini bisa membangkitkan semangatku.
Akhirnya tim kami memenangkan games ini.
“Berri” dia
memanggilku. “ada apa?” tanyaku, padahal hatiku dag dig dug
menghadapinya.”permainan mu bagus, aku tidak menyangka kamu bisa bermain sebaik itu”. “terima kasih biasa aja ah” aku
sedikit merendah, ingin sekali rasanya aku menyampaikan isi hatiku padanya.
Seminggu
sudah berlalu, hari ini aku latihan basket lagi. Aku sangat mengharapkan
kehadirannya kembali. Sebenarnya sih aku malas, tapi karena ada dia akupun
menjadi semangat. Hingga selesai sesi latihan dia tidak ada. Akupun bertanya-tanya
apa gerangan yang terjadi padanya. “Putri!” aku melihat ada sahabatnya di sana.
“kenapa dia tidak bersamamu?” Putripun bercerita bahwa dia sudah pindah
sekolah. Orang tuanya di tugaskan ke Kalimantan, dan mereka semua pindah ke
sana.
Ya ampun
lemas rasanya dengkulku setelah aku mendengar perkataan Putri tadi. “kenapa dia
tidak menceritakannya padaku?” aku bertanya kepada Putri. “dia tidak tahu kalau
kau peduli padanya, karena selama ini kau tidak pernah menanyakan tentang
dirinya” kata Putri.
Hari ini aku
merasakan penyesalan yang amat dalam, kenapa hari itu aku tidak menyampaikan
isi hatiku padanya. Selamat tinggal my
someone special.
“Berri”
Putri memanggilku. “ada apa Put?”. Ada sesuatu untukmu.”apa itu?” kata ku.
Tiba-tiba Putri mengeluarkan sebuah
amplop berwarna unggu. Aku tidak pernah menyangka akan ada seseorang yang
memberikanku sesuatu yang membuat hatiku dag dig dug. Aku sangat berharap surat
itu dari dia, aku pun langsung mengambil surat itu. Dengan langkah
tergopoh-gopoh aku menuju ke kamar mandi.
“hai
Berri”
Apa
kabarmu? Aku harap kau di sana baik-baik saja. Aku hanya ingin memberi kabar
padamu, kalau aku tidak sempat berpamitan padamu, oleh sebab itu aku kirim
surat ini untukmu.
tentu
Putri sudah bercerita kepadamu tentang kepindahanku. Aku harap kita akan selalu
bersahabat walaupun kita saling berjauhan, mungkin suatu saat nanti kita akan
bertemu lagi. Aku harap kamu tidak melupakanku.
Hatiku
bahagia sekali, ternyata dia masih mengingatku. Akupun langsung kembali ke
kelas dengan hati yang sangat senang. Ternyata, aku telah menghabiskan waktu
setengah jam. Sekarang sudah memasuki pelajaran MTK. Aku harap suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan dia.
BY: BERRI PRAYOGA